Pandemi Gowes

2 menit saja |

Sejak pandemi menyerang, bersepeda atau gowes menjadi sangat ngetrend (selain berkebun dan memelihara ikan).

Bersepeda

Tak pelak, sepeda yang memiliki fungsi banyak, memang memiliki daya tarik yang besar untuk patut dicoba. Bersepeda memang olahraga mudah, asal ada sepedanya, hampir semua orang bisa langsung mencobanya. Nyaris, tidak terlalu berlatih terlebih dahulu. Hal ini sangat memungkinan, karena rata-rata pesepeda biasanya juga sudah biasa naik motor. Meski gak bisa motor, generasi lama sudah tentu menjadi memoar sekali.

Pesepeda juga memiliki ragam aneka tujuan, ga cuma satu kadang rangkap-rangkap alias sekaligus. Diantaranya bertujuan untuk olahraga, untuk berangkat kerja (bike to work - b2w), belanja ke pasar, atau sekadar pergaulan, ikutan trendnya alias musiman.

Gowes ini bisa dibilang aktivitas murah, tapi juga bisa muahaaal pakai banget. Sesuatu kalau sudah masuk ranah hobi memang seringnya gak lagi pakai hitungan. Misal kalau hanya sekadar sepeda, second 250rb ada, atau bahkan kurang. Sedangkan klo sudah masuk ranah hobi, di modif sampai puluhan juga masih kurang pun hehe..

Aku sendiri gowes dulu pernah lama. Saat itu pakai sepeda jenis MTB ringan, buat ke tempat kerja. Alasannya waktu itu, biar transportasi jadi murah (menghemat budget). Belum kepikiran seh olahraga hehe.. Klo gak salah, sekitar tahun 2007. Dari kontrakan utan kayu (jaktim) menuju duren tiga (jaksel). Sekitar 10km lewat manggarai - pancoran. Atau sekitar 20km PP tiap hari. Namun ternyata saat itu bertahan kurang dari 1 tahun. Karena gowesnya sendirian, dan jalanan makin ga ramah buat pesepeda.

Menghitungi Jarak via Google Map

Sekitar bulan Desember lalu (12/2019), sesaat pandemi belum mewabah, aku memulai lagi gowesan. Nah, kali ini memang berniat buat olahraga. Beli sepeda lipat (seli), dengan alasan lebih berat di gowes makin bagus mengeluarkan banyak energi. Ga perlu muter terlalu jauh sudah keluar banyak tenaga.

Meski niatnya “cuma” buat penguatan kaki, ternyata emang klo sudah pegang sepeda.. jadi pengen main lebih jauh dan jauh. Bahkan pas kemarin nanjak dibawa ke gunung, kerasa beberapa part perlu diupgrade. Waduh, bahaya kalau keterusan haha..

Berkeliling Kota

Dan ga nyangka juga.. sekarang gowes menjadi benar-benar trend banget. Di berbagai kota, seperti laron.. ruameee! Berimbas, harga sepeda dan sparepartnya sekarang naik tinggi menggila. Mungkin buat yang budgetnya pas-pasan bisa ditahan aja dulu beli sepeda disaat sekarang hehe..

Semoga gowes, atau pilihan aktivitas hidup sehat ga cuma sekadar musiman. Tapi bakal menjadi gaya hidup kita semua.

Yuk yang suka bersepeda kumpul disini, apapun sepeda kalian.. MTB, RB, Pixy, SeLi, SeLis, atau sepeda jengki pun tetap dijaga konsistensi dan semangatnya yak!


Catatan

Istilah:

  • RB = roadbike, bahasa kitanya sepeda balap
  • MTB = Mountain Bike, ini yang paling dikenal secara umum.. alias sepeda gunung. Biar sepeda gunung, tetep dipakai diaspal. Segala medan hehe
  • Seli = Sepeda Lipat. Bisa 20 inch, 16, atau 22. Pokoknya dilipat.
  • Selis = sepeda listrik.

Tulisan ini diposting ulang dari thread di myQuran.


Rindu Kebersamaan

Tinggalkan komentar