OS Baruku – PeppermintOS
my desktop - peppermint OS |
Hanya saja, saya merasakan ini lebih baik karena :
- Lebih ringan, tentu saja karena Desktop Environmentnya pakai LXDE atau terbaru menjadi LXQt ( http://lxqt.org/ )
Benar-benar membangkitkanku nostalgia tentang windows 98 yang ringan :-D - Tidak banyak program atau software bawaan yang terinstall. Bagi saya malah lebih suka, karena akan menjadi ringan. Dan jika butuh saja baru diinstall. Contohnya saya yang selama ini selalu membuang installan default yakni LibreOffice, di sini ga ada. Langsung ke langkah berikutnya biasanya, yakni pasang Kingsoft WPS. Begitu juga software-software lainnya.
- Pernah juga pake linux mint, ternyata untuk developing beberapa aplikasi beda dengan distro induknya (ubuntu) sehingga butuh effort lebih buat penyesuaian. Sedangkan Peppermint bener serupa dengan induknya, gak rewel jadinya :D
- Dampak ringannya jadi kemana-mana, akses cepet, develop cepet, laptop gak cepet panas, jadi tambah semangat ceritanya :-D
- Customize sudah pasti terjadi, semua distro yang saya install gak bisa langsung cus dipake. Peppermint termasuk sedikit sekali saya custom, misalnya: icon nya saya balikkan gaya gnome, bawaannya gak enak anak gaol banget haha.. begitu juga transparasi window nya kebanyakan, dibikin solid. Sisanya hapus shortcut-shortcut tidak penting, dan atur wallpaper.
Yang kurang nyaman pada PeppermintOS ini :
- iconnya, saya ganti jadi gnome atau apa saja lah yang “normal”
- screenshot nya, saya ganti pake “xfce4-screenshooter”
- wallpaper dan transparansi, sudah pasti disesuaikan.
- tambahkan widget conky jadi lebih cantik
- buang shortcut aplikasi online semacam google drive, google office, dan lainnya
- install kingoffice wps
- install software lain: GIMP, Sublime-text, Google Chrome, Telegram, uGet + Aria2, Programming Devel Tools, dan kebutuhan lainnya.
Horayy, happy! :-D